Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Minggu, 04 Mei 2014

Menelisik Keindahan Pantai Meumong

tes
Aceh terkenal dengan sabang sebagai daerah wisatanya. Bukan rahasia lagi, sepanjang bibir pantai Sabang menawarkan pantai-pantai yang begitu cantik nan alami. Namun, bukan hanya Sabang yang memiliki pantai indah. 

Coba sesekali berkunjung ke Aceh Besar dan Banda Aceh, di sana anda juga akan menikmati pantai-pantai yang takkalah cantik dengan pantai di Sabang, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Meumong misalnya. Pantai ini berada tak jauh dari Pantai Lampuuk yang sudah banyak dikunjungi wisatawan. Letak Pantai Meumong bersebelahan dengan Pantai Lampuuk yang hanya dibatasi oleh tebing yang tinggi.

Tak ada jalan khusus menuju Meumong. Namun, dengan menggunakan sepada motor bisa ditempuh melewati jalur yang biasa dilalui warga saat berkebun. Di sini, anda diharuskan berjalan kaki selama 15 menit saat melewati kebun warga.

Penunjuk arah bagi yang belum pernah ke Meumong.
Ombak di Pantai Momong cukup tenang. Bibir pantainya berpasir putih dan juga dihiasi bebatuan cadas di beberapa bagian, menjadikan pantai ini sangat indah. Tak ada pepohonan di bibir pantai ini, Pantai Meumong berhadapan langsung dengan hutan belantara.


Tak banyak wisatawan yang berkunjung ke Meumong. Jika pun ada, hanya beberapa orang saja yang hobi kemping, mancing atau sekedar jalan-jalan saja. Anda berminat? Dijamin tak akan menyesal.

Di sini, anda juga bisa berfoto-foto ria dengan latar belakang pantai yang indah berpasir putih.



Garis Pantai Lampuuk dan sekitar Lhoknga terlihat jelas dari atas Pantai Meumong.




Selasa, 04 Juni 2013

Air Terjun Kuta Malaka: Indah dan Memukau

tes

Menghabiskan akhir pekan dengan cara camping di pegunungan memang melelahkan, sekaligus mengasyikkan. Setelah seminggu penuh: dari Senin sampai Jumat sibuk dengan kegiatan kampus atau sibuk dengan pekerjaan kantor, tak ada salahnya jika pada Sabtu dan Minggu kita camping bersama teman-teman untuk melepaskan penat yang kita rasakan selama seminngu penuh.

Dari atas Kuta Malaka, cahaya lampu yang indah di atas pusat Kuta Malaka terlihat jelas. Jika kita lemparkan mata lebih jauh lagi ke depan, gemerlap Kota Banda Aceh semakin jelas terlihat. Sambil menyalakan api unggun, menikmati cahaya lampu yang begitu padat di atas kota, sebentar akan menghilangkan rasa jenuh kita pada kota yang berstatus Ibukota Provinsi Aceh itu.

Ya, Kuta Malaka. mungkin bisa jadi salah satu tempat yang bisa anda catat di buku catatan anda untuk agenda akhir pekan ini. Seperti pengalaman kami beberapa hari yang lalu, bersama teman-teman kampus yang hampir semuanya anggota UKM Pers DETaK Unsyiah, kecuali satu orang. Kami mencoba melepaskan rasa penasaran, bagaimana sih suasana di puncak Kuta Malaka dan seperti apa bentuk air terjun yang katanya bertingkat sampai 17 tingkat itu.

Tidak salah apa kata orang. Tak sia-sia tenaga terkuras demi mencapai air terjun bertingkat itu. Benar, ternyata air terjun itu memang benar-benar indah seperti cerita orang-orang yang sudah pernah pergi. Air terjun ini biasa disebut air terjun 17.
 Disebut air terjun 17 bukan tanpa alasan. Air terjun itu memang memiliki tingkatan sampai 17 tingkatan.

 Untuk menuju air terjun 17 itu, ada harus berjalan kaki sekitar 15 menit lagi dari tempat parkir kendaraan anda. Saat sampai di tingkat pertama, anda kan melihat air yang jernih. Tapi jangan dulu anda buru-buru untuk mandi. Coba anda telusuri lagi sampai beberapa tingkatan lagi, pasti akan lebih indah lagi. Apalagi jika anda telusuri sampai ke tingkat paling atasnya.

 Untuk menuju tingkatan akhir: tingkatan 17, anda akan sedikit harus lebih hati-hati. Anda dipaksa untuk melewati bebatuan besar yang sebagiannya berlumut lagi licin. (Saran saya, lewatilah bebatuan yang sering dialiri air agar tidak tergelincir).

Anda berkeinginan menghabiskan weekend anda di kuta malaka? Tidak perlu khawatir. Perjalanan ke kuta malaka dapat ditempah dengan 45 menit perjalanan menggunakan sepeda motor dari jalan nasional. Medannya tidak terlalu sulit untuk dilalui, namun ada beberapa titik tanjakan yang sedikit dapat menguras tenaga; jalanannya yang sedikit terjal ditambah lagi jalannanya yang bebatuan.

 Dari banda aceh kami berangkat sore (sekitar pukul 06), tiba di kuta malaka (tempat kami istirahat malam pertama atau café dua) sekitar pukul 09 malam. Itu sudah termasuk waktu kami menuggu beberapa kawan yang telat selama kurnag lebih 1,5 jam. 

Dengan pengalaman yang sangat minim dalam bidang daki-mendaki dan semangat yang menggelora. Kami berjumlah Sembilan orang (semuanya laki-laki), kami mencoba memaksakan kehendak , pokoknya malam itu harus sampai ke kuta malaka. Hanya satu orang di antara kami yang sudah pernah kesitu.

Untuk memudahkan anda mendaki, ada baiknya anda pergi satu orang satu motor. Bagi yang perhinya malam, anda harus hati-hati. Sepanjang jalan, di pinggirannya ada jurang yang dalam.

Sumber Foto: amazingaceh.blogspot.com

Kamis, 17 Mei 2012

Mendunia dengan Seulaweuet

tes


Seulaweuet merupakan nama sebuah sanngar seni yang terletak di jalan T.Nyak Arief, Teungkop, Aceh Besar. Sanggar seni ini dirikan pada 26 April 1996 oleh beberapa mahasiswa IAIN Ar-raniry yang berasal dari beragam latar belakang bidang studi juga merupakan peminat seni budaya Aceh.

Seulaweuet dulu setara dengan Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya di IAIN Ar-raniry Banda Aceh, namun pada kepengurusan periode 2006/2007 berubah status menjadi Sanggar Seni Seulaweuet Mahasiswa IAIN Ar-raniry. “Kita tidak lagi berada pada tingkat UKM, sekarang berada di bawah rektorat,” kata Robi Paldhi, mantan sekretaris umum.

Nama Seulaweuet diberikan oleh Safwan Idris yang saat itu menjabat sebagai Rektor IAIN Ar-raniry.
Sanggar Seni ini memiliki visi; pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional Aceh sebagai salah satu identitas seni budaya internasional.

Sebagai salah satu sanggar seni yang bernaung di bawah rektorat, Seulaweuet tidak berorientasi pada bisnis. Mereka memiliki komitmen untuk ikut serta sebagai kelompok masyarakat yang ingin mempertahankan seni budaya Aceh.

Secara khusus, Sanggar Seni Seulaweuet berkonsenterasi pada jenis-jenis tari tradisional Aceh. Pun begitu, mereka juga melakukan pengembangan tarian tradisional menjadi tarian garapan baru atau biasa disebut tari kreasi.

Bukan hanya tarian, Sanggar Seni Seulaweuet juga melakukan latihan musik, vokal, dan akting, seperti pantomim, teater dan musikalisasi puisi.

Kini Sanggar Seni Seulaweuet dipimpin oleh Muksalmina, mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Ar-raniry angkatan 2007.

Sanggar Seni Seulaweuet genap berusia 16 tahun pada 26 April 2012 lalu. Mereka merayakan milad tersebut di Lapangan Tugu Darussalam dua hari kemudian.

“Kami pilih malam tanggal 29 untuk merayakan milad, karena tanggal 29 April itu hari tari sedunia. Jadi kita ambil momennya tepat pada pukul 00.00,” jelas Robi.



Untuk mengembangkan dunia tari, mereka melakukan latihan rutin setiap hari. Dan khusus hari Minggu dipilih untuk melakukan latihan massal. Memilih hari Minggu untuk latihan massal atau latihan bersama bukan tanpa alasan, Minggu adalah hari libur kuliah.

“Dari dulu kita begitu, kita kumpulkan KRS (Kartu Rencana Studi) supaya tidak mengganggu kuliah,” kata Robi.

Dalam kesehariannya, mereka melakukan latihan berbagai macam tarian. Namun ada beberapa tarian yang sering ditampilakan. Di antaranya Saman Gayo, Rapai Geleng, Likok Pulo, tarian yang biasa dilakukan laki-laki.

Bagi perempuan, tarian yang sering dan biasa tampil adalah Tari Ranup Lampuan, Ratoh Jaroe dan beberapa tarian lainnya.

Namun pada tari kreasi mereka juga melakukan latihan gabungan antara perempuan dengan laki-laki.
Juara dan Go Internasional.


Sejak didirikan hingga saat ini, Sanggar Seni Seulaweuet ini sudah mengikuti berbagai lomba, baik tingkat daerah, nasional maupun internasional. Alhasil, dari berbagai lomba yang mereka ikuti mendapat juara.

Di antaranya Juara Favorit Tarian Saman Gayo pada Festival Piasan Pase 3 se-Nanggroe Aceh Darussalam pada tahun 2007, juara III pada Festival Floklore Dance di Yalova, Turki, tahun 2010.

Bukan hanya mengikuti berbagai lomba, mereka juga sering mendapat undangan untuk menampilkan tarian Aceh di berbagai acara besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Seperti penampilan Rapai Geleng, Saman, dan Seudati pada acara Pesta Konvokesyen yang berlangsung di University Sultan Idris Malaysia tahun 2011.

Tak hanya itu, Sanggar Seni Seulaweuet IAIN Ar-Raniry juga pernah menampilkan Tarian Rapai Geleng, Ratoh Bantai, Likok Pulo, dan Seudati di acara International Conferensi and Culture Event (ICCE) di Honolulu, Hawai, USA.

Hal ini juga terbukti bila mengunjungi sekretariat Sanggar Seni Seulaweuet. Dalam ruangan tersebut terpajang berbagai piagam juara maupun trofi yang pernah mereka raih dalam berbagai lomba yang pernah mereka ikuti, mulai tingkat daerah maupun nasional.

Namun untuk saat ini, Sanggar Seni Seulaweuet sudah jarang menjadi peserta dalam lomba-lomba tingkat daerah. “Biasanya kami tampil sebagai undangan dalam berbagai acara,” kata Robi.

Pun begitu, dalam lomba-lomba tertentu, mereka juga mengirimkan utusannya, seperti lomba nasyid dan musikalisasi puisi.

“Sekarang kita sudah jarang mengirimkan peserta dalam lomba tingkat daerah, biasanya kita tampil sebagai undangan,” tambah Robi.

Karena skil yang mereka miliki dalam dunia tarian, mereka sering diundang dalam berbagai lomba yang diadakan di tingkat daerah sebagai dewan juri.






Promosi
Untuk ke depannya, Sanggar Seni Seulaweuet juga akan melakukan promsi budaya dan pelestarian serta pengembangan tarian Aceh.

“Kita tetap akan menjaga keaslian tarian Aceh, namun kita juga melakukan pengembangan,” sebut Robi.

Dia juga mengatakan, ke depannya Sanggar Seni Seulaweuet ini akan lebih fokus kepada produk-produk yang menghasilkan kaset.

Untuk saat ini, mereka sudah menghasilkan sebuah kaset Rapai Aceh I. “Sekarang dalam proses penyelesaian kaset Rapai Aceh II,” ujar Robi lagi.

Regenerasi
Untuk terus menjaga regenerasi dalam kepengurusan Sanggar Seni Seulaweuet, mereka juga melakukan perekrutan setiap tahunnya. “Setiap tahun kita selalu menerima anggota baru,” jelas Robi.

Sanggar Seni Seulaweuet ini merupakan milik mahasiswa IAIN Ar-Raniry. “Jadi siapapun boleh masuk ke sini, kami sangat terbuka. Namun dengan mengikuti seleksinya,” tambahnya.

Namun begitu, untuk menjadi anggota Sanggar Seni Seulaweuet mereka juga harus mengikuti beberapa tahap seleksi. Setelah lulus seleksi, mereka akan ada satu tahap terakhir, yaitu Si-AGaM (Silaturrahmi Aneuk Galak Meuseni). “Tentunya yang boleh masuk ke sini mahasiswa IAIN,” tambahnya.


Banyak mahasiswa IAIN yang berkeinginan gabung dalam Sanggar Seni Seulaweuet. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mendaftar setiap adanya perekrutan. “Paling sedikit perekretan tahun ini, 125 yang daftar, biasanya sampai 150 orang,” kata Robi.









Pun begitu, hingga kini hanya sekitar 200-san orang yang aktif di Sanggar Seni Seulaweuet ini.
Penampilan dan Juara (2008-2011)
2008
· Penampilan Tarian Rapai Geleng, Ratoh Bantai, Likok Pulo dan Seudati dalam acara Internasional Conferensi and Culture Event (ICCE) di Honolulu, Hawai-USA
· Juara I Nasyid Putra dalam acara Diwana di BandaAceh
· Juara II Nasyid Putri dalam Acara Diwana Cakra Donya di Banda Aceh
· Penampilan Ranup Lampuan pada acara peringatan Muharram di Desa Lam Dingin, Bada Aceh
2009
· Penampilan Rapai Geleng dan Saman dalam acara Festival Saman ke IV di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta
· Penampilan Rapai Geleng dalam acara Malam Budaya Aceh-Sunda di Dagoe Tea House, Bandung
· Penampilan Tari Saman pada acara peresmian Kapal Perang Angkatan Laut, Krueng Raya
2010
· Penampilan tari dalam acara World Expo Sanghai, Cina
· Penampilan Geunta, Saman, Likok Pulo dalam acara Festival Floklore Dance di Yalova, Turki
· Juara III Pekan Kesenian Mahasiswa Daerah (Peksimida) di Lhokseumawe
2011
· Penampilan Rapai Geleng, Saman, Seudati dan musik dalam acara Yunus Emre Musik Festival di Eskisehir, Turki
· Juara I musikalisasi puisi dalam acara Rongsokan Expo di Banda Aceh
· Penampilan Rapai Geleng dalam acara seminar nasional tentang Pilkada Aceh di Anjong Mon Mata
· Penampilan Rapai Geleng dalam acara Hari Pers Nasional di Anjong Mon Mata Banda Aceh


· Penampilan Rapai Geleng, Saman, dan Seudati pada acara Pesta Konvokesyen di University Sultan IdrisMalaysia।

Minggu, 08 April 2012

Fanatisme Ala Cules

tes

Barcelona merupakan salah satu klub sepak bola terbesar di dunia asal Spanyol. Juara Eropa empat kali itu baru saja melaju ke babak semi final Liga Champion Eropa setelah menyingkirkan raksasas Italia, AC Milan di perempatfinal. Berikutnya akan menghadapi musuh bebuyutan dari Inggris, Chelsea.

Tim yang kini ditangani Pep Guardiola ini memiliki kekuatan pada filosofi permainan, seperti kecepatan memainkan bola-bola pendek, passing akurat, dan kolektif. Hal itu membuat penggemarnya—disebut cules—menyebar sedunia, termasuk Indonesia.

Kini, hampir semua provinsi di Nusantara sudah membentuk fans club Barcelona. Namanya Indo Barca. Di Banda Aceh, ada Indo Barca Chapter Aceh yang didirikan oleh sepuluh cules pada 28 Januari 2011.

Di antaranya Ikhsan, Zulhidayat, dan Shidqi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah); Mursal yang kini kuliah di Akademi Keperawatan Tjoet Nya’ Dhien Rukoh, Banda Aceh, dan Munandar mahasiswa Universitas Abulyatama Banda Aceh.

Mereka menamainya sama dengan fans club Barcelona di pusat (Jakarta). Namun karena keberadaannya di Aceh, ditambah dengan Chapter Aceh, sehingga menjadi Indo Barca Chapter Aceh.

Komunitas ini dibentuk sebagai wadah berkumpulnya atau silaturrahmi sesama fans Barcelona yang ada di Banda Aceh. Selain itu, komunitas ini juga berfungsi sebagai tempat menampung aspirasi dan keinginan para fans Barcelona di ibukota provinsi.

Berdirinya Komunitas Indo Barca Chapter Aceh disambut baik pecinta Barcelona yang ada di Banda Aceh. Hal itu terbukti dengan banyaknya fans Barcelona yang ingin bergabung dengan komunitas itu.

“Pada awal-awal pembentukan, enam bulan pertama, itu sekitar 70 orang yang daftar,” ujar Zulhidayat atau sering disapa Zul.

Tak hanya laki-laki saja yang bisa bergabung dengan komunitas tersebut, kaum hawa juga bisa bergabung bersama Komunitas Indo Barca.

Dalam komunitas itu, mereka memiliki nama panggilan berbeda laki-laki dengan wanita. “Yang laki-laki namanya Cules, sedangkan untuk perempuan namanya Cules Angel. Kini, Cules Angel sudah bergabung sebanyak 7 orang,” kata Zul pada Pikiran Merdeka, Jumat malam (6/4/2012).

Pada saat pertama berdirinya komunitas itu, mereka memilih base camp di Hollywood Coffee Bathoh. Setelah itu pendah ke F5 Coffe. Kemudian pindah lagi ke A+Plus Cafe, hingga saat ini mereka memilih base camp di Chek Yukee MT Bathoh.

Indo Barca Chapter Aceh kini memiliki berbagai kegiatan. Di antaranya gathering setiap akhir pekan, latihan futsal setiap minggu, dan nonton bareng saat Barcelona main. “Kalau lawannya klub-klub besar, rame yang nonton,” celoteh Zul.

Tak hanya latihan biasa, mereka juga melakukan uji coba melawa komunitas-komunitas klub bola lainnya. “Seperti baru-baru ini, kami tanding dengan fans Milan,” sebut Zul. Semua itu bertujuan untuk berkumpul sesama fans Barcelona serta mempererat tali silaturrahmi.

Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial pada hari besar tertentu, seperti hari ibu. Pada hari ibu Desember 2011, mereka melakukan aksi bagi-bagi bunga di Simpang Lima, Banda Aceh.

Tak ada sponsor yang membiayai kegiatan-kegiatan mereka seperti halnya Barcelona. Namun, untuk keberlangsungan kegiatannya, mereka menggunakan kas komunitas yang dikumpulkan dari setiap anggota.

“Kalau buat spanduk atau buat baju, biasanya dibantu Chek Yuke, namun tidak banyak,” kata Zul.

Bukan hanya itu, untuk mempererat silaturrahmi, mereka juga melakukan refreshing sesama anggotanya setiap akhir pekan, serta buka puasa bersama pada bulan Ramadan.
Zul yang merupakan salah satu pendiri komunitas itu, kini menjabat Kepala Bagian Merchandise. Ia mengurus pembuatan aksesoris, seperti stiker, spanduk, dan pin untuk anggota baru atau dijual.

Dia sangat senang dengan adanya Komunitas Indo Barca di Banda Aceh. “Karena saya memang berkeinginan adanya fans club Barcelona di Banda Aceh, supaya tidak kalah dengan fans club lain yang ada di Banda Aceh.”

Menurut Zul, komunitas ini sekarang sudah memiliki struktur pengurus yang baku. Untuk menjaga konsistensinya, mereka juga mengevalusi anggotanya setiap enam bulan sekali.
“Apabila ada anggota yang tidak jelas, langsung dicoret,” sebut Zul.

Bukan hanya dari kalangan tertentu saja yang bisa bergabung dengan komunitas ini, namun juga dibuka untuk umum. “Siapa saja boleh bergabung, kemarin juga ada anak SMP yang bergabung,” ujarnya.

Untuk mengurus anggotanya, mereka juga memiliki divisi keanggotaan. Untuk bergabung dengan komunitas itu, harus daftar di divisi tersebut. Perekrutan anggota baru setiap enam bulan sekali.

(Komunitas: Harian Pikiran Merdeka, Minggu 8 April 2012)

Minggu, 01 April 2012

Mengintip Putroe Phang

tes
Enam orang pria terlihat tengah latihan musik. Sebagian dari mereka menggamit rapai dan genderang. Ada juga yang meniup serunee kalee. Mereka melakukannya serempak dalam ruangan di belakang Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Latihan musik tradisional itu sering terlihat terlihat di ruangan itu, setiap malam Selasa, Kamis, dan Sabtu.

“Latihan musik tradisional biasanya dilakukan oleh laki-laki, namun tidak menutup kemungkinan untuk para perempuan, kenapa nggak kalau perempuan mau latihan?,” ujar Chairullah Akbar mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Unsyiah angkatan 2009, Jumat (30/3) malam.

pemuda yang akrab disapa Chai serta keenam pria yang tengah latihan tadi, merupakan anggota Putroe Phang disingkat PP. Di sini, PP bukanlah nama taman di Banda Aceh. Namun sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang seni di Unsyiah.

Chai kini menjabat sebagai sekretaris umum dalam kepengurusan UKM PP periode 2012-2013 serta Afri Fajar mahasiswa Fakultas Pertanian menjabat sebagai ketua umumnnya.

UKM Seni PP didirikan oleh beberapa mahasiswa yang memiliki hobi pada dunia seni. “Dari situ mereka timbul inisiatif, kenapa nggak di Unsyiah kita bentuk suatu lembaga untuk menampung bakat mahasiswa unsyiah. Dalam hal ini seni,” cerita Chai.

Pada 14 Juni 1994, UKM PP didirikan. Pencetusnyaantara lain T. M. Zulfikar yang kini menjabat sebagai direktur eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dan Muhammad Sulaiman.

UKM itu didirikan sebagai media penyaluran bakat bagi ribuan mahasiswa Unsyiah dalam bidang seni. Bagi mahasiswa yang memiliki hobi dalam bidang seni, PP memberikan peluang sama kepada semua mahasiswa.

“Kami tidak membatasi umur, bagi mahasiswa yang mau masuk,” ujar Chai.

Sebagai UKM yang bergerak dalam bidang seni, mereka tidak hanya melakukan latihan musik tradisional, namun juga musik modern. Untuk tarian, mereka latihannya pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Tidak ada pelatih khusus yang mengontrol proses latihan. Mereka hanya melakukan latihan sesama anggotanya sendiri. “Kadang-kadang kalau kita latihan, senior yang jadi pelatih,” ucap Chai.

Sejak didirikan pada tahun 1994, UKM Seni PP, sudah menjuarai berbagai lomba, baik tingkat daerah maupun tingkat nasional. Di antaranya juara satu Tari Kreasi FFG Got Talen di Jakarta pada tahun 2010 dan juara satu Festival Tari Kreasi Iwapi di Banda Aceh tahun 2009.

Bukan hanya itu, mereka juga ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, baik yang dilakukan oleh Unsyiah maupun instansi pemerintah, seperti berpartisipasi dalam Tari Rapai Geleng Massal yang diadakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam rangka menyambut Visit Banda Aceh akhir 2009 lalu serta mengikuti Tari Ratoh Pesisir dalam ajang Aceh Expo pada tahun 2010.

Agar terus meningkatkan prestasi, dalam waktu dekat, pengurus PP akan melakukan evaluasi untuk anggota baru yang diterima Februari lalu. Menurut Chai, untuk menjadi anggota di UKM Seni PP, mereka harus melewati beberapa tahap, seperti tes wawancara, meteri dari senior, evaluasi, serta pengabdian masyarakat.

“Pengabdian masyarakat, biasanya kita pergi ke suatu daerah melakukan bakti sosial. Itu juga bertujuan untuk melatih mental, cara berkomunikasi dan cara bersosialisasi.”

Chai mengatakan, untuk saat ini anggota yang aktif di UKM Seni PP 50 orang. 20 orang laki-laki dan 30 orang perempuan. Namun begitu, masih banyak senior-senior yang masih datang ke sekretariat.

Selain latihan biasa, mereka juga melakukan kegiatan ruti setiap tahunnya, seperti Artchoholic Exibition, Festival Band yang dibuka untuk umum serta penampilan PP sendiri. Kegiatan rutin itu, diadakan bersamaan dengan ulang tahun UKM Seni PP.

Unutuk menyukseskan kegiatan-kegiatannya, mereka mendapatkan dana dari biro rektorat. Guna menutup kekurangan dana, mereka dapatkan dari instansi-instansi pemerintah dengan cara mangajukan proposal serta dari lomba-lomba festival. “Kalau dari biro saja tidak cukup,” ujar Chai.[]

Kamis, 29 Maret 2012

Milan Vs Barca Berakhir Imbang

tes
Sundul.com
AC Milan kembali melakoni babak perempat final Liga Champion Eropa melawan Barcelona, Kamis dini hari (29/3/). Bermain di San Siro Stadium, pasukan Allegri langsung mendobrak pertahanan barcelona di awal-awal babak pertama, alhasil di menit ke-2 Milan berhasil memasuki kotak putih lawan, umpan di depan gawang barcelona gagal dijadikan gol oleh Robinho.

Memasuki menit ke-3 permainan pun mulai dikuasai anak asuh Guardiola. Peluang Barcelona di menit ke-4, berawal dari pelanggrangan terhadap Messi yang dilakukan oleh Nesta juga tidak mampu membuahkan gol.

Lagi-lagi kesempatan yang dimiliki pemain Barcelona Daniel Alves di menit ke-9 juga nahas.
Memasuki menitke-13, pasukan Blaugra kembali mendapatkan peluang dari pelanggaran dilakukan oleh pemain Milan, peluang ini pun berhasil dijadikan gol, namun sayang pemain Barcelona sudah terlebih dahulu terjebak ofside.

Milan juga memiliki peluang pada menit ke-19, lagi-lagi peluang ini tidak bisa dijadikan gol. Hingga memasuki menit ke-22, wasit menghadiahkan kartu kuning bagi pemain Milan Seedrof setelah melanggar pemain Barcelona.

Lagi, shuting Xavi Hernandes di menit ke-31 dan Inesta di menit-menit akhir babak pertama tidak membuahkan gol. Hingga kick-off babak pertama berakhir, skor masih 0-0.

Memasuki babak kedua, pemain Barcelona langsung melakukan serangan, shuting yang dilepaskan Inesta di menit ke-46 dengan mudah dihalau penjaga gawang Milan.

Pemain Milan Alessadra Nesta kembali dihadiahi kartu kuning setelah melanggar Messi pada menit ke-57. Memasuki menit ke-60, giliran pemain Barcelona Keita yang mendapatkan kartu kuning.

Milan kembali mendapatkan peluang pada menit ke-65 melalui Emanuelson, sayang peluang terbuang begitu saja, tanpa membuahkan gol.
Lagi-lagi wasit menghadiahi kartu kuning bagi Ambrosini, karena melanggar pemain Barcelona.

Kerja sama yang dilakukan anak asuh Pep di menit ke-73 pun tidak menghasilkan gol, shuting Messi di menit ke-76 juga nihil gol.

Kemelut di depan gawang Milan pada menit ke-87 juga tidak mampu dimanfaatkan oleh pasukan Blaugara. Serangan yang dibangun pemain Barcelona di akhir-akhir babak kedua pun nahas menghasilkan gol. Hingga berakhirnya pertandingan skor tetap 0-0.[]

Rabu, 28 Maret 2012

Perebutan Aceh Satu

tes
Pemilihan umum kepala daerah atau biasa disingkan dengan Pemilukada merupakan sebuah proses pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat. Di mana semua kandidat calon mempunyai hak untuk dipilih serta masyarakat juga diberikan kebebasan untuk memilih. Pemilukada juga merupakan bagian dari hidup berdemokrasi.

Proses pemilihan sendiri telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara, dalam hal ini Komisi Independen Pemilihan (KIP) pada tanggal 9 April 2012. Masyarakat tinggal menghitung hari saja untuk menyukseskan pesta demokrasi ini secara damai, tanpa paksaan, intimidasi, dan ancaman dari pihak-pihak tertentu.

Semua masyarakat tentunya berharap pemilukada ini dapat terlaksana dengan aman dan damai serta terpilihnya pemimpin yang mampu membawa perubahan dan memihak pada suara masyarakat, tidak hanya memikirkan kekuasaan dan kepentingan sendiri atau kelompoknya semata.

Namun, melihat kondisi dan situasi saat ini, dimana-mana terjadi penembakan dan pembakaran mobil tim sukses (timses) kandidat tertentu. Ini mencerminkan proses pemilukada ini belum berjalan lancar.
Seperti yang diberitakan Harian Pikiran Merdekan pada Selasa 20 Maret 2012, tim sukses Irwandi-Muhyan diserang sekelompok orang di Batee Kalee, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Minggu (18/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Mobil dirusak dan lima penumpangnya dianianya.

Tentunya ini merupakan tugas pihak kepolisian untuk mengamankan dan menjaga proses pemilukada ini, agar terlaksana dengan lancar. Serta pihak kepolisian harus mengungkap siapa pelaku penembakan dan pembakaran mobil-mobil yang saat ini marak terjadi menjelang pemilihan, serta polisi harus mengungkapkan siapa dalang dibalik aksi kekerasan yang hingga saat ini belum diketahui secara pasti oleh masyarakat. Hal ini penting, supaya tidak terjadi saling tuding menuding antar sesaman para kandidat calon kepala daerah.

Belum lagi pelanggaran-pelanggaran kecil lainnya yang dilakukan oleh para kandidat calon pemimpin Aceh masa depan. Seperti melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan oleh KIP.

Hal ini menunjukkan animo yang sangat besar ditunjukkan oleh para calon pemimpin Aceh. Memang berlomba-lomba untuk memimpin baik. Bagaimana tidak, semua orang diciptakan oleh tuhan sebagai khalifah (pemimpin), walau itu hanya sebatas memimpin diri sendiri. Namun menempuh jalan-jalan yang tidak dibenarkan untuk mencapai puncak kekuasaan sama sekali tidak mencerminkan sosok pemimpin yang baik.

Pemilukada sendiri kini berada di depan mata. Kampanye pun sudah dimulai, pastinya pelbagai cara ditempuh oleh para kandidat yang ingin meraih kekuasaan. Baik calon bupati dan calon wakil bupati, calon walikota dan calon wakil walikota serta calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Mulai dari pemasangan spanduk di simpang-simpang, membagi stiker, pemasangan iklan di media-media baik cetak maupun online, hingga pemasangan baliho secara besar-besaran juga rela mereka lakukan. Pastinya segala cara mereka lakukan untuk mencapai tujuannya, yaitu Aceh satu.[]

Minggu, 25 Maret 2012

Geliat Unik ABL

tes
Malam itu, Kamis 22 Maret 2012, terminal bus yang terletak di Bathoh, Banda Aceh, ramai. Disesaki penumpang yang baru datang dan yang hendak berangkat. Beberapa pria berdiri sambil ngobro. Mengamati setiap bus yang memasuki terminal.

“Karena ini hari libur, makanya ramai. Biasanya malam Sabtu, malam Minggu yang ramai,” kata mahmud seorang dari pria itu.

Sambil melemparkan telunjuk ke arah bus yang baru saja memasuki terminal, Mahmud berbincang-bincang seputar spesifikasi dan keadaan bus tersebut. Rupanya, mereka anggota komunitas pecinta bus: Aceh Bus Lovers biasa disingkat ABL.

“Hampir saban malam kami ngumpul di sini,” katanya kata Mahmud.

ABL merupakan wadah bagi penggila, penggemar maupun pecinta bus. Baik dari Aceh maupun luar Aceh. Di sini mereka saling bertukar pikiran dan sharing info-info terbaru seputar transportasi darat. Mereka juga menjunjung tinggi kebersamaan dan solidaritas antar sesama.

ABL dibentuk oleh tiga orang mahasiswa, yaitu Ihsan, Danil, dan Adlan pada 15 Agustus 2011 lalu. Tiga-tiganya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah). Dari sekedar hobi, mereka mendirikan ABL.

“Kami membentuk ini karena hobi bus, kami nggak tahu kalau ada wadah-wadahnya begini. Karena Bismania sendiri belum masuk ke Aceh, kenapa nggak kita buat satu group independent? Kebetulan namanya Aceh Bus Lovers,” cerita Ihsan.

Selain itu, ABL dibentuk sebagai tempat sharing seputar bus. “Seblumnya, mereka itu nggak ada tempat sharing, biasanya ke Medan kalau ada kopi darat,” ucapnya.

ABL ini juga wadah untuk bertukar informasi, seperti kalau ada kecelakaan bus. Mereka juga mengabarkan kalau ada bus baru yang mau masuk ka Aceh, tipe-tipe bus, keberangkatan bus, dan harga tiketnya.

Hingga kini, anggota yang aktif di Banda Aceh sepuluh orang. Di antaranya, Badrol, Mahmud, Lily, Adlan, Danil, Fahmi, Rangga, dan Ayar. Di Lhokseumawe tujuh orang. “Total semuanya 18 orang ada,” kata Ihsan.

Dari dulu, Ihsan sudah bergabung dengan komunitas bus di Lhokseumawe, namun menurutnya di Lhokseumawe tidak cocok untuk komunitas bus.

“Di Lhokseumawe kan bukan ibukota provinsi, jadi kita buat di Banda Aceh. Pas kita buat di Banda Aceh langsung muncul yang nggak pernah nampak itu, ada yang dari Gayo, dari Kuala Simpang, dari Langsa, dan dari Banda Aceh sendiri juga sudah bermunculan,” ujarya.

Selain itu, mereka juga membahas isu-isu baru seputar bus. Seperti membahas spesifikasi mesin, mengadakan kopi darat (kopdar) di terminal untuk berdikusi, foto-foto denagn bus.

“Intinya itu semua menjalin silaturrahmi. Kita adain kunjungan ke gudang Kurnia, PMTOH, Pelangi. Kita ikat relasi juga sama kru-kru di sana,” lanjut Ihsan.

Kecuali itu, ABL juga melakukan touring, seperti baru-baru ini, mereka adakan touring ke Medan. Ke depa akan touring keliling Aceh Besar.

Komunitas Independen
Ihsan menyebutkan, saat ini ABL merupakan komunitas independen. Karena statusnya itu mereka sempat diajak bergabung oleh Komunitas Bismania.

“Ini kan saya lagi di Jogja, nanti kalau saya sudah pulang ke Aceh, saya akan ngumpul dulu dengan kawan-kawan, kita bicarain, kalau memang setuju diganti dengan Bismania,” ucapnya.

Hobi Sejak Kecil
Mahmud salah satu anggota dari ABL, saat dijumpai Pikiran Merdeka di Terminal Bus di Bathoh, sedikit bercerita tentang kecintaannya pada bus. Hobinya pada bus bukan sejak bergabung dengan ABL, melainkan sejak kecil.

“Namun tidak ada teman curhat hanya konsumsi sendiri saja (foto bus). Abis tu, lihat di facebook ada komunitas ini, yaudah gabung saja. Udah itu, baru berani foto-foto,” ucapnya sambil tersenyum.

Saking hobinya pada bus, jika ke Jakarta, Mahmud hanya memesan sit pesawat hingga Medan saja. Lalu dari ibukota Sumatera Utara itu, ia naik bus ke Banda Aceh. “Kalau misalnya kita pulang dari Jakarta ke Banda Aceh pakai bus kan capek sekali,” katanya.

Menurutnya, bus terbaru saat ini di Banda Aceh ada dua: Kurnia New Celcius dan PMTOH Legacy. Anak ABL menandakan semua jenis mobil dari bodynya.

“Kita juga menginformasikan bus-bus yang baru masuk. Kalau ada bus baru yang akan  kami langsung ke loket-loket,” ujarnya.

Selain Mahmud, ada Muhajir mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah. Ia senang bergabung dengan komunitas ABL. Ceritanya, dia juga sudah lama hobi bus, namun belum adanya komunitas yang berkaitan seputar bus. Namun ia hanya foto-foto saja.

“Kalau hobinya dari pertama datang ke Banda Aceh dulu. Tapi hanya foto-foto saja, biasanya di terminal fotonya,” ungkapnya sambil melihat-lihat ke arah bus.

Selain yang disebutkan di atas, mereka juga bertukar informasi dengan kawan-kawan sesama anggota komunitas bus yang ada di luar Aceh dan mencar informasi dari forum-forum atau komunitas dari luar.
Untuk menginformasikan atau publikasi, saat ini mereka menggunakan jejaring sosial, seperti facebook ‘Aceh Bus Lovers (komunitas pecinta bus aceh)’ dan twitter ‘AcehBusLovers’, mereka juga berencana bikin web.


(Komunitas: Harian Pikiran Merdeka, Minggu 25 Maret 2012)

Jumat, 09 Maret 2012

Babak Pertama Brunei Tahan Imbang Indonesia

tes
Di menit-menit awal pertandingan antara Indonesia melawan Brunei Darussalam pada partai final Piala Sultan Hassanal Bolkiah, pasukan Indonesia langsung menggempur pertahanan lawan. Anak-anak indonesia mampu menguasai lapangan tengah.

Andik Vermansyah yang menjadi bintang dalam pertandingan tersebut beberapa kali memasuki daerah pertahanan lawan, namun rapatnya pertahanan dari Brunei, Andik tidak mampu berbuat banyak. Yoshua, pemain Semen Padang juga memiliki kesempatan memasuki pertahanan lawan, namun tidak bisa dikonversikan menjadi gol karena sudah duluan terjadi pelanggaran.

Di tengah gempuran yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia, sesekali pemain Brunei juga mengancam daerah pertahanan Indonesia. Hal ini terjadi karena terlalu fokusnya pemain Indonesia untuk melakukan serangan terhadap Burnei. Pergerakan yang dilakukan oleh pemain Brunei juga merepotkan pertahanan Indonesia.

Di menit ke-27, kemelut di depan gawan Brunei hampir saja membuahkan gol, namun cepatnya pergerakan dari penjaga gawang Brunei mampu menghalau bola yang mengarah ke mulut gawang Brunei.

Memasuki menit ke-40 peluang kembali dimiliki oleh pasukan Kwon Oh Son lewat tendangan bebas, namun lagi gagal dijadikan gol. Hingga kick-off babak pertama berakhir, skor masih 0-0.

Coprights@2018 Blogger Templates